Saat dia sendiri
Saat dia bersama yg lain
Saat dia berdiri dan aku melewatinya dia terdiam dia hanya
memberi isyarat dengan diam tanpa ada gerakan yg memberi sebuah pertanda.
Dengan raut wajah yg tanpa ekspresi aku
melihatnya dalam hati aku bicara ‘’ingin aku mendengar sapaan nya’’. Dengan itu
aku melewatinya mungkin baginya itu hanya angin lalu tapi bagiku itu sebuah
angin yg selalu mengerumuni didekatku sehingga selalu terasa sejuk. Tak sadar
setelah ku melewatinya pikiranku tak jauh darinya.
Saat dia sendiri menuju sebuah ruangan dimana aku berada `dekat
ruangan itu. Aku terdiam ingin aku tersenyum padanya, aku lirik dia aku senyum
sedikit dan dia melihat ku dia hanya melihatku yg aku liat dia hanya melihatku
tanpa sebuah ekspresi. Itu adalah sebuah anugrah itu sebuah pertanda bahwa dia
masih mengingatku, itulah yg selalu membuatku bahagia. Mereka bilang itu hanya
ke gr-an saja, tapi itu lah aku hidup dalam ke gr-an yg membuatku bahagia.
Saat dia bersama yg lain dia begitu manis dia tertawa riang
dia terlihat senang, dan aku melihat nya hati terasa senang meliat dia bahagia.
Dia tertawa aku melihatnya dan aku hanya tersenyum, tak lama ia melihat ku aku
masih tersenyum padanya dan saat itu dia masih menyisakan senyumannya saat
tertawa bersama temannya. Senang kalo dia tidak menyukai aku dalam artian bukan
cinta dia pasti saat melihatku langsung menutup mulutnya dan menyisakan
senyumanya ketawanya hanya untuk teman-temannya. Tapi dia tidak dia masih
menyisakan senyumannya untuk ku.
Ketika semua itu terjadi aku sedang terdiam memikirkan hal
itu semua aku pikirkan mungkin itu yg membuatku sekarang seperti ini. Ketika
itu aku hanya hanya sendirian ditaman yg sepi dan hanya awan berwarna putih
biru dan hanya memegang tiga balon berwarna putih,biru,dan pink. Saat itu
suasana sepi sunyi hanya suara burung yg menemani, beserta suara air yg
mengalir di alirannya betapa sunyi nya tempat ini membuat sebuah ketenangan.
Ballon ya benda itu yg saat ini aku pegang. Di ballon warna
putih ku selipkan kertas yg berisi ‘’aku ingin lulus saat UAS dan UN’’ sebuah
harapan yg semua anak sekolah inginkan. Perlahan ku lihat balon itu sedang
bergerak tertiup angin. Begitu sejuknya angin yg melewati kami.
Ballon berwarna biru itu berisi impian yg besar sama besar
nya dengan harapan di ballon putih itu. Harapan yg aku cita-citakan bersama
sahabatku dan harapanitu ‘’aku ingin masuk SMA NEGERI 1 Tasikmalaya’’ kertas
putih itu aku isi harapan yg besar, berharap bisa masuk. Bukan hanya aku yg
ingin masuk ada beberapa yg ingin juga memasuki sekolah favorit itu,berharap
semua masuk ke sekolah itu.
Terakhir balon berwarna pink itu sebuah harapan kecil yg tak
mungkin terjadi kecuali yg diatas mengijinkan mungkin semuanya memang yg diatas
yg mengatur tapi yg ini aku selalu gak yakin akan dapetin dia. Harapan aku itu
‘’ingin dia’’, dia seorang famous disekolah dan aku hanya seseorang yg biasa
saja. dan itu lah yg selalu membuat ku dia memang tak akan menjadi milik ku,
tapi sebuah harapan bisa saja merubahnya tanpa campur tangan orang lain dan
tanpa ada yg tau.
Ketiga kertas putih yg telah kutulis
harapan dan ku simpan di dalam ketiga ballon berbeda. Aku berdiri ditemani
tiupan angin yg begitu sejuk, rambutku tertiup angin dengan ballon yg ternyata
juga ikut bergerak. Mungkin mereka ingin diterbngkan, perlahan ku terbangkan
mereka. Satu persatu ballon itu terbang keatas, ku lihat mereka tersenyum sekan
memberi sebuah isyarat bahw mereka senang dan sip mengantarkaan harapanku ke
atas langit.
Aku pergi meninggalkan taman
ketenangan ini, pergi dengan harapan yg tinggi bahwa semua aka terkabul.
Sekarang taman itu lebih sepi tak ada yg mendatanginya hanya ada suara air
sejuk nya tiupn angin dan ballon yg masih terbang tak jauh dari taman itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar