Rabu, 28 Maret 2012


Saat dia sendiri

Saat dia bersama yg lain

Saat dia berdiri dan aku melewatinya dia terdiam dia hanya memberi isyarat dengan diam tanpa ada gerakan yg memberi sebuah pertanda. Dengan raut wajah yg tanpa ekspresi  aku melihatnya dalam hati aku bicara ‘’ingin aku mendengar sapaan nya’’. Dengan itu aku melewatinya mungkin baginya itu hanya angin lalu tapi bagiku itu sebuah angin yg selalu mengerumuni didekatku sehingga selalu terasa sejuk. Tak sadar setelah ku melewatinya pikiranku tak jauh darinya.
Saat dia sendiri menuju sebuah ruangan dimana aku berada `dekat ruangan itu. Aku terdiam ingin aku tersenyum padanya, aku lirik dia aku senyum sedikit dan dia melihat ku dia hanya melihatku yg aku liat dia hanya melihatku tanpa sebuah ekspresi. Itu adalah sebuah anugrah itu sebuah pertanda bahwa dia masih mengingatku, itulah yg selalu membuatku bahagia. Mereka bilang itu hanya ke gr-an saja, tapi itu lah aku hidup dalam ke gr-an yg membuatku bahagia.

Saat dia bersama yg lain dia begitu manis dia tertawa riang dia terlihat senang, dan aku melihat nya hati terasa senang meliat dia bahagia. Dia tertawa aku melihatnya dan aku hanya tersenyum, tak lama ia melihat ku aku masih tersenyum padanya dan saat itu dia masih menyisakan senyumannya saat tertawa bersama temannya. Senang kalo dia tidak menyukai aku dalam artian bukan cinta dia pasti saat melihatku langsung menutup mulutnya dan menyisakan senyumanya ketawanya hanya untuk teman-temannya. Tapi dia tidak dia masih menyisakan senyumannya untuk ku.

Ketika semua itu terjadi aku sedang terdiam memikirkan hal itu semua aku pikirkan mungkin itu yg membuatku sekarang seperti ini. Ketika itu aku hanya hanya sendirian ditaman yg sepi dan hanya awan berwarna putih biru dan hanya memegang tiga balon berwarna putih,biru,dan pink. Saat itu suasana sepi sunyi hanya suara burung yg menemani, beserta suara air yg mengalir di alirannya betapa sunyi nya tempat ini membuat sebuah ketenangan.

Ballon ya benda itu yg saat ini aku pegang. Di ballon warna putih ku selipkan kertas yg berisi ‘’aku ingin lulus saat UAS dan UN’’ sebuah harapan yg semua anak sekolah inginkan. Perlahan ku lihat balon itu sedang bergerak tertiup angin. Begitu sejuknya angin yg melewati kami.

Ballon berwarna biru itu berisi impian yg besar sama besar nya dengan harapan di ballon putih itu. Harapan yg aku cita-citakan bersama sahabatku dan harapanitu ‘’aku ingin masuk SMA NEGERI 1 Tasikmalaya’’ kertas putih itu aku isi harapan yg besar, berharap bisa masuk. Bukan hanya aku yg ingin masuk ada beberapa yg ingin juga memasuki sekolah favorit itu,berharap semua masuk ke sekolah itu.

Terakhir balon berwarna pink itu sebuah harapan kecil yg tak mungkin terjadi kecuali yg diatas mengijinkan mungkin semuanya memang yg diatas yg mengatur tapi yg ini aku selalu gak yakin akan dapetin dia. Harapan aku itu ‘’ingin dia’’, dia seorang famous disekolah dan aku hanya seseorang yg biasa saja. dan itu lah yg selalu membuat ku dia memang tak akan menjadi milik ku, tapi sebuah harapan bisa saja merubahnya tanpa campur tangan orang lain dan tanpa ada yg tau.

Ketiga kertas putih yg telah kutulis harapan dan ku simpan di dalam ketiga ballon berbeda. Aku berdiri ditemani tiupan angin yg begitu sejuk, rambutku tertiup angin dengan ballon yg ternyata juga ikut bergerak. Mungkin mereka ingin diterbngkan, perlahan ku terbangkan mereka. Satu persatu ballon itu terbang keatas, ku lihat mereka tersenyum sekan memberi sebuah isyarat bahw mereka senang dan sip mengantarkaan harapanku ke atas langit.
Aku pergi meninggalkan taman ketenangan ini, pergi dengan harapan yg tinggi bahwa semua aka terkabul. Sekarang taman itu lebih sepi tak ada yg mendatanginya hanya ada suara air sejuk nya tiupn angin dan ballon yg masih terbang tak jauh dari taman itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar