Jumat, 14 September 2012

karena bulan





"mau kemana udah malem?"
"gaakan lama ko mah"berlari secepat mungkin berharap keindahan itu masih ada
"akhirnya sampe juga"perasaan lega muncul
Di tempat ini aku bisa melihatmu melihat dari kedekatan disini aku bisa bercerita semua tentang apa yg terjadi padaku. aku duduk di dekat pohon besar melihatmu begitu dekat namun sesaat aku merasa ada yg datang saat aku lihat kebelakang ada seorang lelaki sedang duduk di pohon sebelahku dia juga sepertinya melakukan hal yg sama denganku tapi aku baru kali ini lihat dia.
"dia juga suka kesini tapi kayanya aku baru liat"kataku dalam hati
                                                         
Hari kedua aku juga melihat dia tetap sama di tempat itu dan juga melakukan hal yg sama dengan mendengarkan musik pun hari ke tiga dia masih melakukan hal itu. Dan di hari ke empat barulah aku berkenalan dengannya karena waktu itu pohon yg selalu ia tempati di tebang, dia mendekatiku dan duduk tepat di sebelahku
"menyebalkan sekali orang yg menebang pohon itu"katanya
"ya itulah orang yg tak tau kesenangan"balasku
"kamu sering kesini?"tanyanya
"iya tapi selama aku kesini aku baru liat kamu"
"iya aku baru 1minggu disini"jawabnya
"dari mana tau tempat ini?"tanyaku
"saat aku membuang sampah aku melihat seorang anak yg lari ke arah bukit"jawabnya

Iya memang komplek perumahan berada di sekitaran bukit tempat yg aku suka untuk melihatnya. sekalipun komplek kami tak stategis tapi disini kumplit kaya nasi timbel semua ada termasuk sekolah dan rumah sakit juga supermaket. setelah malam itu aku tak tau sama sekali siapa nama dia atau nama dia siapa sekarang sekolahnya dimana.

"hey ngelamun aja"tegur temanku
"ohey engga kok"jawabku target
"katanya akan ada murid baru disekolah kita"
"oya angkatan kita?"
"iyap"
"laki-laki atau perempuan?tanyaku banyak
"laki-laki kenapa mau ngeceng?"candanya
"mungkin"
bel berbunyi kami semua duduk dengan rapi di bangku masinh-masing pak guru datang
"anak-anak sekarang bapak akan memperkenalkan murid baru itu masuk dan ternyata dia cowok yg waktu itu bersama ku di bukit.
"perkenalkan nama saya senja"
"baik senja kamu duduk di samping jeje"
Dia menuju tempat duduk nya yg kebetulan tempat duduknya bersebelahan dengan ku. saat dia duduk dia menoleh ke arah ku dan tersenyum padaku. Bel istirahat berbunyi semua langsung berhamburan termasuk siska yg tak ingat untuk mengajaku ke kantin, tiba-tiba dia datang menghampiriku
"mau ke kantin bareng?"ajaknya
"boleh-boleh"
Kamipun berjalan menuju kantin perjalanan itupun berlanjut saat kami pulang bareng kebetulan sekolah kami tidak jauh dari komplek akhirnya kamipun memutuskan untuk pulang bareng. Sepanjang perjalanan kami bedua membicarakan tentang pohon yg di tebang 4hari lalu dia sangat membenci orang yg menebang pohon
ketenangannya itu.
"wah ngobrol panjang ga kerasa udah sampai"obrolku duluan
""iya ga kerasa"jawabnya
"yaudah aku duluan ya"jawabku
Aku sempat heran kenapa dia tak bertanya namaku siapa?apa mungkin dia tahu namaku?

Malam tiba sesuai dengan kebiasaan ku aku pergi kebukit aku pergi lebih awal dari biasanya untuk lebih lama diam. sesampainya di bukit aku sudah melihat dia duduk bersandar di pohon tempat pertama kali aku bertemu dengannya,sambil menggoreskan pensil yg dipegangnya ke dalam buku. perlahan aku menghampirinya
"kau datang jauh lebih awal dariku"kataku sambil duduk disebelahnya
"iya"jawabnya
"apa yg sedang kau gores di bukumu?"tanyaku
"menggambar"katanya
"gambar apa?apa alu boleh lihat?"pintaku
"ini"berinya
Ternyata dia menggambar seisi langit halam pertama bertuliskan planet crib halaman kedua bergambang langit yg terlihat tersenyum digambar olehnya berikutnya hanya ada gambar bulan dan matahari terbenam tak ada gambar lain hanya ada 2gambar itu saja. dan gambar yg menarik perhatianku adalah gambar seoarng perempuan yg  sedang duduk manis melihat ke langit juga seoarang perempuan yg berlari ke arah bukit yg sepertinya belum selesai ia gambar
"kenapa semuanya hanya gambar bulan dan matahari?"tanyaku heran
"kenapa kamu suka bulan?"bertanya balik
dia tak menjawab pertanyaaku justru bertanya balik padaku
"ibuku melahirkanku di malam hari dengan gelapnya bumi yg hanya diterangi sinar lampu paling terang itu bulan ibuku juga sangat menyukainya"jawabku panjang lebar
"apa namamu juga bulan?"tanyanya lagi
"iya ibuku berharap aku menjadi penerang semua orang saat di kegelapan"jawabku melow
"aku juga suka bulan" katanya
"kenapa?"tanyaku
"karena aku senja dan setelah nya hadir kamu BULAN"jawabnya

Saat dia menjawab itu aku hanya diam rasanya itu seperti aku dan dia, dia senja dan aku bulan setelah jawabanya itu kami hanya terdia melihat sang bulan yg mempertemukan kami, bintang-bintang di langit yg berada di atas sana memandang kami dua orang manusia yg mengagumi mereka. tiba-tiba tangannya menyentuh tanganku, aku hanya diam dan perlahan menoleh kearah wajahhnya

"karena kamu lah bulan, bulan yg menerangi dunia setelah matahari tenggelam"katanya

Aku hanya melihatnya menatapnya serius entah apa yg membuatnya berbicara seperti itu dan ternyata perempuan yg digambarnya itu adalah aku, aku memang sempat berpikir perempuan itu mirip aku tapi aku tak berani berkata itu aku atau bukan. saat itu tangannya masih menggenggam tanganku lebih erat
"sama-sama berarti tugas ku terlaksana untuk menjadi penerang dunia dalam kegelapan"jawabku
Dia melihatku melihat dia tersenyum manis, kami bedua melihat bulan dengan bergenggaman tangan melihat nya penuh arti dan penuh makna. aku menyenderkan kepalaku dipundaknya sambil menatap sang bulan.
malam tiba kami bedua terpisah karena sang malam yg sudah datang.

keesokan harinya aku pergi kebukit dengan menggenggam benih pohon. Aku berjalan menuju bukit komplek dengan semangat baru, setibanya di sana udah ada senja dengan memegang cangkul yg entah untuk apa dia membawanya
"hallo my bulaaaaan selamat pagi"sapanya manis
"pagi senja,apa yg sedang kamu lakukan?"tanyaku
"untuk pohon yg kau bawa"
"lho tau dari mana aku bawa benih pohon?"
"karena aku senja dan kau bulan yg selalu saling tau"

Aku hanya tersenyum melihatnya, menatap cowok yg begitu menyukai buln sangat menggumi bulan seperti ingin memilikinya dan dia memilikinya bulan yg lain bulan yg tak seindah bulan di langit itu tapi tetap bisa menerangi,menjadi penerang hatinya. kami bedua kemudian menanam pohon itu untuk menggantikan pohon dia yg beberapa hari lalu di tebang, saat aku memupuk tanah tiba-tiba tangan kamu bersentuhan dan otomatis kami berdua lagsung bertatapan dan tertawa, saat itu kami sama-sama mengucapkan
"karena senja dan bulan selalu saling tau". itu adalah kejadian terindah dalam hidupku saat au melihat bulan karenanya aku bertemu senja karenanya aku mengenal lelaki yg dari dulu aku harapkan karena nya aku menjadi milik senja. semuanya karena bulaan :)




Jumat, 15 Juni 2012

lupain kamu bukan berarti kamu menghilang jauh dari ingatan ku justru kamu lebih sering berlalu lalang dipikiranku masuk dalam mimpiku menyentuh hatiku .......

itu membuatku sakit jauh lebih sakit saat aku harus melupakanmu itu seakan kamu memberi harapan, harapan yg sebenarnya tak akan pernah kudapatkan

jadi apa yg harus aku lakukan agar kamu mau pergi menghilang jauh?

Sabtu, 14 April 2012

feeling when with BACOT

bacot iya itu adalah nama kelas ku aritnya BACOT= barudah C outclass, bukan berarti anak-anak yg keluar kelas. tapi kata temen aku yg ngasih nama itu artinya itu adalah anak-anak yg tinggi. tapi iya itu bener lo soalnya banyak guru-guru yg suka muji kita. awal nya sih engga karena waktu pertama kita sekelas pas kls 8 kita bukan anak-anak yg baik dan suka dengerin saat guru nerangin, sampe guru-guru marah dan akhirnya kita sadar kalo itu perbuatan yg ga baik. nah dia awal-awal kls 9 kamipun merubah imaje kami yg jelek jadi baik. yeee akhirnya kebukti dulu waktu ada ujian apa gitu lupa kelas kita rata-ratanya paling tinggi diantara kelas lain. huaaaaa terhura.
di kelas itu ada 44 manusia hidup. 28 manusia hidup berjenis kelamin permpua dan 16 manusia hidup berjenis kelamin laki-laki. kita semua akur banget bisa dibillang juga kompak, emang sih ga langsung kompak kita bisa kompak karena banyak masalah yg selalu menimpa kelas kami dari situ kami selalu berpikir lebih baik. setiap masalah yg muncul kita selalu bicarain dengan baik, karena kita tau dengan cara itu kita bisa lebih kompak lagi.
di kelas ini aku dapat banyak teman, dulu waktu pertama masuk aku sempet takut dan waswas banget abis dulu waktu kelas 7kehidupan aku itu jelek banget*udalahgausahdiungkit. pas masuk aku sempet ngelihat wajah anak-anak yg baru. sempat aku lihat imel sama virna yg menurut aku itu mereka bakalan kaya temen aku di kelas 7 tapi ternyata engga mereka baikkkkkkkkkkkkkkkkkkkk bangettttttttttttttttttt sama aku sampe terharu jadinya. waktu kelas 8 wali kelas kita bu siti kamisah. wali kelas yg baik cantik banget dia guru biologi disekolah kami. nah pas naik kelas 9 wali kelas kami berbeda yaitu pak asep herliawan dia juga baik dan perhatian banget sama kita dia adalah guru yg selalu denger curaha  hati kita dia adalah guru olahraga di sekolah kami.
aku sayang bacot aku cinta bacot aku selalu akan butuh bacot. anak-anak bacot selalu bisa buat aku tersenyum. kita bertemen ga pilih pilih ga saling gengengan, karena kita tau kali kita kaya gitu ga bakalan rame yg ada kita malah saling ngomongin. kalo ada juga cuma isengiseng aja buat luculucuan. bacot nanti kita pisah ga tau deh aku bakalan gimana kalo ga sama kalian. aku harap kalian ga akan lupain pertemanan kita. terlalu banyak hal yg indah yg udah kita lewati. bacot kalo aku punya salah maap banget itu aku lakuin karena aku pengen luapin apan yg aku lagi rasain.
ini beberapa foto kita:

ini pas potostudio tapi ga semua ikut :(



ini mah pas POTOSTUDIO abbis band toolshelter manggung di MP


ini riksa sama virna :)


ini nabela,riksa,asri sama virna ^_^


ini with mas beuwii


ini with virna sama bebep :*

aku sayang kalian semua sayang bangetttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt. aku ga pernah pengen pisah sama kalian tapi kalo kita ga pisah berarti kita ga akan naik kelas. bacot jangan lupain semua kenangan iya aku sayang kalian. akun pasti bakalan kangen sifat kalian yg kocak-kocak. o iya aku juga ga bakalan lupa sama raka abis dia punya utang :).

Kamis, 05 April 2012

kamu


Kamu tau ga kamu itu baik orang orang sayang kamu karna kebaikan kamu. Mungkin ga selamanya kamu selalu baik, tapi kebaikan yg selalu kamu kasih buat kita itu ga akan pernah kita bisa lupain dengan cepat. Dan entah mengapa aku suka kamu, padahal aku tau kamu ga akan pernah suka ataw lirik aku sedikit aja.

Kamu orang nya itu tanggung jawab selalu aja kalau kamu ngelakuin sesuatu hal dan kamu tau itu salah kamu selalu tanggung akibatnya. Kamu selalu seperti itu dan hal itu membuat ku serasa seneng dekat kmu karna aku tau kamu orang nya tanggung jawab.

Kamu adalah orang yg DDM alias diamdiamenghanyutkan. Aku tau itu saat guru memberi ceramah ataw masukan buat kita kau pikir kamu gak dengerin atau malah ga menrhatiin, ternyata salah kamu menuruti semua masukan dari guru yg memang baik buat kita. Dan itu bikin aku terharu serasa pengen jatohin diri ke jalan.

Kam u itu orang nya apa adanya ga pernah yg ada apanya. Setiap kali ada orang yg kesusahan kamu selalu bantu orang itu, aku suka itu.  Tapi ada satu sifat kamu yg kadang nyebelin nya minta ampun deh, kalo kamu lagi marah sama siapa aja kamu selalu lampiasin kemarahan kamu itu ke setiap orang yg deket kamu. Tapi dibalik itu semua aku tetep megangumi mu.

Kamu juga orang nya kalo udah sekali benci sama orang sekalipun orang itu baik sama kamu atau ga bermaksud gitu sama kamu tetep aja kamu marah sama dia, dan entah kamu maafin dia. Tapi aku tau itu itu adalah sifat kamu yg sebenernya hak kamu tapi itu sifat buruk yg harus kamu ubah. Itu memang hak dia memakai sifat buruknya. Tapi aku tau dia pasti sadar nanti kalo itu sifat yg ga baik untuk dia tunjukan sama orang yg ga maksud jahat atau gimana-gimana sama dia.

Kamu aku selalu kagum sama kamu apalagi kalo aku tau kamu tanpa dikasih tau sama siapapun, tapi aku tau dari diri sendiri yg selalu merhatiin kamu. Tanpa kamu sadari aku selalu perhatiin kamu tingkah laku kamu dan itu semua agar aku lebih tau kamu dengan caraku sendiri.

Rabu, 28 Maret 2012

argi dan irgi


Tuhannnnnnn setega itu kah kau padaku kau ambil dia tanpa meminta ijin dariku. Kau ambil dia saat aku merasa tenang bersamanya merasa bahagia didekatnya, itu yg saat ini dipikiran ku. Betapa teganya dia mengambil nyawanya tanpa tau mungkin orang itu tak ingin meninggalkan kami, tapi itulah takdir tak seorang pun tau. Dan kita harus bisa mengikhlaskannya

‘’sayang ikhlaskan kepergian argi, argi pasti udah bahagia disana’’mamah argi memang sudah ku anggap sebagai mamah kedua bagiku.

‘’maaf mah jujur aku masih gak bisa kehilangan argi’’

‘’sabarr ya belajar buat lepasin dia’’.

Sebulan berlalu argi ninggalin aku sendiri tanpa senyumannya tanpa canda tawaan nya yg selalu membuat hari ku berwarna. Aku mulai belajar ngelepasin dia, aku pergi kesekolah dengan semangat baru tanpa argi aku jarus tetep bisa jalanin semua karna pasti argi senang melihat itu.

Tengg pejaran pertama akan segera dimulai
Tengg peajaran ke empat telah berakhir saat nya istirahat pertama. Syukurlah istirahat saat dielas aku hanya memikirkan dia.

‘’lu jangan mikirin dia terus kasian dia disana kalo liat kamu masih nangisin kepergian dia’’ya itulah wina sahabat yg selalu menemaniku semua rasa sedih ini terkadang hilang saat aku bersama wina.

‘’makasih udah perhatian sama aku win jujur aku emang gak bisa lupain dia tapi aku bakalan belajar lepasin dia’’

‘’yaudah kita kekantin aja yuk?’’

‘’ide baguss J’’
Kantin sedang ramai-ramainya, wajar lah ini kan kantin baru mungkin baru 2minggu dibuka.

‘’lu aku ke toilet dulu ya’’ itulah kebiasaan wina pasti aja sebelum ke makan pasti aja ke toilet dulu. Terpaksa aku harus memesan makanan sendiri, karna aku dan wina punya makanan kesuakaan yg sama aku pesan saja dua nasi goreng dan dua air mineral. Saat aku duduk menunggu pesanan aku melihat sesosok pria yg melewati tempat duduk ku dia sedang tertawa bersama teman-temannya, entah apa yg ada dipikiran ku aku masih melihat nya ternyata dia dia mirip dengan argi amat mirip senyumnya dan perkataan yg diucapnya mirip dengan argi.

‘’lulu mana pesanan kita’’

‘’hah itu udah aku pesenin kok’’ saat aku menjawab pertanyaan wina mataku tak lepas darinya ternyata dia duduk didekat meja ku dia memesan makanan yg sama dengan ku nasigoreng . tuhan apa ini kenapa kau memperlihatkan sosok argi dengan wajah yg berbeda.

Semua pelajaran telah berakhir semua siswa boleh pulang. Hmm bel yg selalu di tunggu
‘’lulu kamu pulang sendiri yah aku dijemput nih’’

‘’oh ya gak papa’’ akhirnya aku pulang sendiri dengan pikiran yg tertuju pada dia dia yg kembali mengingatkan ku pada argi. Sebelum keluar gerbang sekolah aku melihat kebelakang siapa tau aku melihat nya lagi, dan ya aku melihat nya senyumannya mirip dengan argi. Hati ku bertanya-tanya apakan sifat dia mirip dengan argi, tak sengaja dia menyenggolku
‘’eh maaf maaf’’ sambil pergi dan hanya tersenyum mungkin senyuman itu bukan untuku tapi sisa senyumanya bersama teman-teman nya. 

Aku pulang dengan berjalan kaki kebetulan rumah ku tak jauh dari sekolah dulu saat argi masih ada biasanya aku naik sepeda bareng. Tapi saat ini aku belum bisa terlalu banyak kenangan yg ada ketika aku menaiki sepedah, tak lama terdengar suara motor yg mendekatiku dan mereka mengambil tas ku aku berterikn ‘’copett,copet tolong’’ mereka pergi dan aku hanya menangis seseorang datang mengikuti maling itu dan mengambil tas ku dia berikan tas itu padaku.
Dia coba membantuku berdiri,  ketika itu aku masih ketakutan. Aku menolak bantuan nya

‘’hey kamu gak papa? Ini tas mu’’ aku tak menjawabnya aku mengambil tasku tanpa melihat wajahnya tangan ku dingin bibir ku bergetar mungkin karna rasa takut yg belum juga hilang. dia mengullurkan tangan nya. Aku lihat tangan itu bersih putih dan hanya ada cakaran kecih dibawah ibu jari, aku menggapai nya tanpa sadar aku memeluk dia rasanya aku pernah memeluk tubuh ini, ya seperti argi. Tak sadar aku menangis dan memanggil nama argi.

‘’hey kenapa menangis dan maaf aku irgi bukan argi’’ setelah mendengar bahwa dia bukan argi aku melepaskan pelukan ku darinya.

‘’oh maaf dan terimakasih’’ aku lari dan pergi menjauhinya, ternyata langkah kakiku bukan pergi ke rumah tapi ke tempat dimana tempat itu adalah rumah irgi, makam. Tempat itu saat ini menjadi rumah kedua bagi irgi dulu dia selalu bercanda kalo dia pengen punya rumah diatas makam, tak disangka itu semua terkabul tapi bukan rumah yg dia bangun tapi dia menempati rumah barunya yg disiapkan dengan rasa duka dari orang-orang yg menyayanginya.

‘’argi kmau tau saat ini aku sedih banget ada orang yg jahat sama aku, untung ada seseorang yg membantuku dia seseorang yg baik dan mirip dengan mu namanya pun tak jauh beda denganmu. Apa kamu mengirimkan seseorang yg mip dengan mu?’’ aku berkata seperti itu dengan mata yg mengeluarkan sebuah air mata, tiba-tiba hujan mendera membasahiku yg berada dimakam argi hanya aku yg berada dimakam itu mungkin argi menemaniku. Tapi aku mulai sadar tubuh ku tak basah padahal hujan masih beras aku lihat keatas sebuah payung yg menutupi tubuhku sempat ku berpikir itu argi ternyata..

‘’kamu apa yg kamu lakukan disini?’’

‘’maaf aku mau mengembalikan ini’’

‘’tas ku, oh makasih ya irgi J’’

‘’kita berteduh ya’’ dia menarik tanganku berlari bersamaku.

Tempat berteduh yg tak jauh dari makam dan banyak orang juga yg ada diana. Di tengah kesunyian yg hanya terdengar suara air hujan yg deras dia membuka kesunyian ini

‘’kalo boleh tau argi itu siapa?’’ pertanyaan yg dilontarkannya membuatku menangis tak henti air mata ini terus mengalir. Terlihat tangan berada di dekat mataku sedang memegang  sebuah tisu yg tak lama tangan itu memngahpuskan air mataku, dan tangan itu milik irgi dia berkata ..

‘’maaf apa kata-kata aku menyinggung?’’

‘’kamun tau rasanya kehilangan sesosok orang yg selalu menemani kita tiba-tiba saja pergi tanpa membeitahu kita tanpa mengucapkan selamat tinggal. Mungkin dia udah senang disana tapi apa dia tau disini ada banyak orang yg merasa kehilangan dia’’

‘’jadi argi itu orang special dikehidupan kamu, dan dia nigglin kamu. Aku tau rasanya dan itu pasti sakit banget’’
‘’kenapa tadi kamu ngikutin s=aku sampe ke makam?’’

‘’aku Cuma ingin ngasih tas kamu dan ada sesuatu yg aku liat dikamu’’

‘’apa?’’

‘’seseorang yg selalu jaga kamu disamping kamu seakan dia beri isyarat kalo aku harus jagain kamu selama dia udah gak bisa jaga kamu dan hanya bisa liat kamu dari kejauhan’’

‘’siapa dia?aku dari tadi sendiri! Apa itu argi’’

‘’entahlah tapi gak tau aku ingin jagain kamu, kamu tau setelah aku menyenggol kamu disekolah setiap malam aku mimpiin cowok yg selalu bilang tolong jaga lulu. Aku tak taau lulu itu siapa dan apa maksudnya ternyata lulu itu kamu dan dia ingin aku jagain kamu’’

‘’kenapa kamu mau?bisa aja kan itu hanya sebuah mimpi’’

‘’kamu tau aku adalah tipikel orang yg selalu percaya terhadap mimpi’’ aku terdiam mungkin ini memang benar bahwa argi mengirim seseorang untuk menjagaku.

‘’apa mungkin argi mengirimku untuk ku?emang dia udah ikhlasin aku gitu?’’

‘’aku gak tau tapi yg aneh saat aku mimpiin itu ada sebuah surat dibawah bantal tidur ku terselip sebuah surat yg berisi sebuah klu ‘temani dia’ aku sempat heran dan bertanya kepada orang tuaku siapa yg mengirim surat ini dan mereka tidak tau sampe ahirnya aku tau maksud nya’’

‘’emang kamu mau jagain aku?’’

‘’aku sayang sama kamu nsejak pertama bertemu dan aku mau jagain kamu selamanya’’

Dengan kejadian hari itu aku dapat meng ikhlaskan argi karna aku tau argi ingin melihat aku bahagia sekalipun bukan sama dia tapi dia pasti senang karena aku diajaga oleh orang yg dia pilih sendiri irgi. Aku dan irgi pun seminggu sekali pasti jenguk argi. Sekarang aku dapat menyimpulkan sekalipun kita ditinggal oleh yg pernah kita sayang yakin pasti akan ada yg jauh lebih baik dariya dan itu kiriman darinya J.

benda kecil


Kulihat dari atas dia berjalan menuju pintu gerbang besar itu, terlihat tanga kirinya nya memegang sebuah benda kecil sementara tangan nya membantu tangan kiri itu mengetik dapat disimpulkan benda itu handphone alat yg bisa digunakan untuk berkomunikasi. Dan itu menjadi pertanyaan ku dengan siap kan dia berkomunikasi?orang tua?teman?orang spesial? Setiap kali aku melihat dari kejauhan selalu kulihat ia menggenggam sebuah handphone. Tau kah dia ada seseorang perempuan yg selalu melihatnya, mungkin tidak.


Ketika itu wajah nya berseri-seri terlihat matanya mengerut mengikuti mulut yg sedang senyum membaca isi yg ada di handphone nya, kakinya berjalan naik turun menguti arah jalan yg lurus. Entah apa itu isi nya ingin mengetahui apa isinya dan dengan siapa ia berkomunikasi, namun ku tau tak mungkin ku melihat nya siapa aku tak mungkin dia mengetahuiku

 Mungkin aku pernah mengenalnya tapi mungkin dia melupakan perkenalan dulu.Sebuah kata yg selalu ku ingat saat aku mengenalnya, sebuah kata yg mungkin dulu ku anggap hanya sebuah kata yg iseng dia keluarkan dari mulutnya. Tapi saat ini aku sadar mungkin itu sebuah perhatian darinya tapi sayang perhatian itu bukan lagi miliku mungkin milik orang yg sedang berkomunikasi dekat dengan nya. Seorang yg mungkin sedang mengisi hatinya bukan aku tapi dia.


Perlahan sebelum dia menuju gerbang itu dia berdiri disamping teman nya dia mengobrol bercanda bersama temannya, mungkin dia memang sedang asik memegang benda itu sampai ia saat berbicara dengan teman nya pun dia masih tersenyum dan tek pernah lepas memegang benda mungil berwarna hitam itu. Ingin aku turun dan tersenyum padanya memberi tanda bahwa aku masih mengingatnya.


Sayang aku tak pernah mendengar dia memanggilku lagi seperti dulu, memberi ku perhatian seperti kata katanya dulu dan kata yg ia ucapkan ‘’rambut masuka kedalam jangan keliatan akan ada sekelompok orang yg marah’’ kata itu takan pernah ku dengar lagi selama ia masih belum mengingat ku lagi.



Saat dia sendiri

Saat dia bersama yg lain

Saat dia berdiri dan aku melewatinya dia terdiam dia hanya memberi isyarat dengan diam tanpa ada gerakan yg memberi sebuah pertanda. Dengan raut wajah yg tanpa ekspresi  aku melihatnya dalam hati aku bicara ‘’ingin aku mendengar sapaan nya’’. Dengan itu aku melewatinya mungkin baginya itu hanya angin lalu tapi bagiku itu sebuah angin yg selalu mengerumuni didekatku sehingga selalu terasa sejuk. Tak sadar setelah ku melewatinya pikiranku tak jauh darinya.
Saat dia sendiri menuju sebuah ruangan dimana aku berada `dekat ruangan itu. Aku terdiam ingin aku tersenyum padanya, aku lirik dia aku senyum sedikit dan dia melihat ku dia hanya melihatku yg aku liat dia hanya melihatku tanpa sebuah ekspresi. Itu adalah sebuah anugrah itu sebuah pertanda bahwa dia masih mengingatku, itulah yg selalu membuatku bahagia. Mereka bilang itu hanya ke gr-an saja, tapi itu lah aku hidup dalam ke gr-an yg membuatku bahagia.

Saat dia bersama yg lain dia begitu manis dia tertawa riang dia terlihat senang, dan aku melihat nya hati terasa senang meliat dia bahagia. Dia tertawa aku melihatnya dan aku hanya tersenyum, tak lama ia melihat ku aku masih tersenyum padanya dan saat itu dia masih menyisakan senyumannya saat tertawa bersama temannya. Senang kalo dia tidak menyukai aku dalam artian bukan cinta dia pasti saat melihatku langsung menutup mulutnya dan menyisakan senyumanya ketawanya hanya untuk teman-temannya. Tapi dia tidak dia masih menyisakan senyumannya untuk ku.

Ketika semua itu terjadi aku sedang terdiam memikirkan hal itu semua aku pikirkan mungkin itu yg membuatku sekarang seperti ini. Ketika itu aku hanya hanya sendirian ditaman yg sepi dan hanya awan berwarna putih biru dan hanya memegang tiga balon berwarna putih,biru,dan pink. Saat itu suasana sepi sunyi hanya suara burung yg menemani, beserta suara air yg mengalir di alirannya betapa sunyi nya tempat ini membuat sebuah ketenangan.

Ballon ya benda itu yg saat ini aku pegang. Di ballon warna putih ku selipkan kertas yg berisi ‘’aku ingin lulus saat UAS dan UN’’ sebuah harapan yg semua anak sekolah inginkan. Perlahan ku lihat balon itu sedang bergerak tertiup angin. Begitu sejuknya angin yg melewati kami.

Ballon berwarna biru itu berisi impian yg besar sama besar nya dengan harapan di ballon putih itu. Harapan yg aku cita-citakan bersama sahabatku dan harapanitu ‘’aku ingin masuk SMA NEGERI 1 Tasikmalaya’’ kertas putih itu aku isi harapan yg besar, berharap bisa masuk. Bukan hanya aku yg ingin masuk ada beberapa yg ingin juga memasuki sekolah favorit itu,berharap semua masuk ke sekolah itu.

Terakhir balon berwarna pink itu sebuah harapan kecil yg tak mungkin terjadi kecuali yg diatas mengijinkan mungkin semuanya memang yg diatas yg mengatur tapi yg ini aku selalu gak yakin akan dapetin dia. Harapan aku itu ‘’ingin dia’’, dia seorang famous disekolah dan aku hanya seseorang yg biasa saja. dan itu lah yg selalu membuat ku dia memang tak akan menjadi milik ku, tapi sebuah harapan bisa saja merubahnya tanpa campur tangan orang lain dan tanpa ada yg tau.

Ketiga kertas putih yg telah kutulis harapan dan ku simpan di dalam ketiga ballon berbeda. Aku berdiri ditemani tiupan angin yg begitu sejuk, rambutku tertiup angin dengan ballon yg ternyata juga ikut bergerak. Mungkin mereka ingin diterbngkan, perlahan ku terbangkan mereka. Satu persatu ballon itu terbang keatas, ku lihat mereka tersenyum sekan memberi sebuah isyarat bahw mereka senang dan sip mengantarkaan harapanku ke atas langit.
Aku pergi meninggalkan taman ketenangan ini, pergi dengan harapan yg tinggi bahwa semua aka terkabul. Sekarang taman itu lebih sepi tak ada yg mendatanginya hanya ada suara air sejuk nya tiupn angin dan ballon yg masih terbang tak jauh dari taman itu.