Tuhannnnnnn
setega itu kah kau padaku kau ambil dia tanpa meminta ijin dariku. Kau ambil
dia saat aku merasa tenang bersamanya merasa bahagia didekatnya, itu yg saat
ini dipikiran ku. Betapa teganya dia mengambil nyawanya tanpa tau mungkin orang
itu tak ingin meninggalkan kami, tapi itulah takdir tak seorang pun tau. Dan
kita harus bisa mengikhlaskannya
‘’sayang
ikhlaskan kepergian argi, argi pasti udah bahagia disana’’mamah argi memang
sudah ku anggap sebagai mamah kedua bagiku.
‘’maaf mah
jujur aku masih gak bisa kehilangan argi’’
‘’sabarr ya
belajar buat lepasin dia’’.
Sebulan
berlalu argi ninggalin aku sendiri tanpa senyumannya tanpa canda tawaan nya yg
selalu membuat hari ku berwarna. Aku mulai belajar ngelepasin dia, aku pergi
kesekolah dengan semangat baru tanpa argi aku jarus tetep bisa jalanin semua
karna pasti argi senang melihat itu.
Tengg
pejaran pertama akan segera dimulai
Tengg
peajaran ke empat telah berakhir saat nya istirahat pertama. Syukurlah
istirahat saat dielas aku hanya memikirkan dia.
‘’lu jangan
mikirin dia terus kasian dia disana kalo liat kamu masih nangisin kepergian
dia’’ya itulah wina sahabat yg selalu menemaniku semua rasa sedih ini terkadang
hilang saat aku bersama wina.
‘’makasih
udah perhatian sama aku win jujur aku emang gak bisa lupain dia tapi aku
bakalan belajar lepasin dia’’
‘’yaudah
kita kekantin aja yuk?’’
‘’ide baguss
J’’
Kantin
sedang ramai-ramainya, wajar lah ini kan kantin baru mungkin baru 2minggu
dibuka.
‘’lu aku ke
toilet dulu ya’’ itulah kebiasaan wina pasti aja sebelum ke makan pasti aja ke
toilet dulu. Terpaksa aku harus memesan makanan sendiri, karna aku dan wina
punya makanan kesuakaan yg sama aku pesan saja dua nasi goreng dan dua air
mineral. Saat aku duduk menunggu pesanan aku melihat sesosok pria yg melewati
tempat duduk ku dia sedang tertawa bersama teman-temannya, entah apa yg ada
dipikiran ku aku masih melihat nya ternyata dia dia mirip dengan argi amat
mirip senyumnya dan perkataan yg diucapnya mirip dengan argi.
‘’lulu mana
pesanan kita’’
‘’hah itu
udah aku pesenin kok’’ saat aku menjawab pertanyaan wina mataku tak lepas
darinya ternyata dia duduk didekat meja ku dia memesan makanan yg sama dengan
ku nasigoreng . tuhan apa ini kenapa kau memperlihatkan sosok argi dengan wajah
yg berbeda.
Semua pelajaran
telah berakhir semua siswa boleh pulang. Hmm bel yg selalu di tunggu
‘’lulu kamu
pulang sendiri yah aku dijemput nih’’
‘’oh ya gak
papa’’ akhirnya aku pulang sendiri dengan pikiran yg tertuju pada dia dia yg
kembali mengingatkan ku pada argi. Sebelum keluar gerbang sekolah aku melihat
kebelakang siapa tau aku melihat nya lagi, dan ya aku melihat nya senyumannya
mirip dengan argi. Hati ku bertanya-tanya apakan sifat dia mirip dengan argi,
tak sengaja dia menyenggolku
‘’eh maaf
maaf’’ sambil pergi dan hanya tersenyum mungkin senyuman itu bukan untuku tapi
sisa senyumanya bersama teman-teman nya.
Aku pulang dengan berjalan kaki
kebetulan rumah ku tak jauh dari sekolah dulu saat argi masih ada biasanya aku
naik sepeda bareng. Tapi saat ini aku belum bisa terlalu banyak kenangan yg ada
ketika aku menaiki sepedah, tak lama terdengar suara motor yg mendekatiku dan
mereka mengambil tas ku aku berterikn ‘’copett,copet tolong’’ mereka pergi dan
aku hanya menangis seseorang datang mengikuti maling itu dan mengambil tas ku
dia berikan tas itu padaku.
Dia coba
membantuku berdiri, ketika itu aku masih
ketakutan. Aku menolak bantuan nya
‘’hey kamu
gak papa? Ini tas mu’’ aku tak menjawabnya aku mengambil tasku tanpa melihat
wajahnya tangan ku dingin bibir ku bergetar mungkin karna rasa takut yg belum
juga hilang. dia mengullurkan tangan nya. Aku lihat tangan itu bersih putih dan
hanya ada cakaran kecih dibawah ibu jari, aku menggapai nya tanpa sadar aku
memeluk dia rasanya aku pernah memeluk tubuh ini, ya seperti argi. Tak sadar
aku menangis dan memanggil nama argi.
‘’hey kenapa
menangis dan maaf aku irgi bukan argi’’ setelah mendengar bahwa dia bukan argi
aku melepaskan pelukan ku darinya.
‘’oh maaf
dan terimakasih’’ aku lari dan pergi menjauhinya, ternyata langkah kakiku bukan
pergi ke rumah tapi ke tempat dimana tempat itu adalah rumah irgi, makam.
Tempat itu saat ini menjadi rumah kedua bagi irgi dulu dia selalu bercanda kalo
dia pengen punya rumah diatas makam, tak disangka itu semua terkabul tapi bukan
rumah yg dia bangun tapi dia menempati rumah barunya yg disiapkan dengan rasa
duka dari orang-orang yg menyayanginya.
‘’argi kmau
tau saat ini aku sedih banget ada orang yg jahat sama aku, untung ada seseorang
yg membantuku dia seseorang yg baik dan mirip dengan mu namanya pun tak jauh
beda denganmu. Apa kamu mengirimkan seseorang yg mip dengan mu?’’ aku berkata
seperti itu dengan mata yg mengeluarkan sebuah air mata, tiba-tiba hujan
mendera membasahiku yg berada dimakam argi hanya aku yg berada dimakam itu
mungkin argi menemaniku. Tapi aku mulai sadar tubuh ku tak basah padahal hujan
masih beras aku lihat keatas sebuah payung yg menutupi tubuhku sempat ku
berpikir itu argi ternyata..
‘’kamu apa
yg kamu lakukan disini?’’
‘’maaf aku
mau mengembalikan ini’’
‘’tas ku, oh
makasih ya irgi J’’
‘’kita
berteduh ya’’ dia menarik tanganku berlari bersamaku.
Tempat
berteduh yg tak jauh dari makam dan banyak orang juga yg ada diana. Di tengah
kesunyian yg hanya terdengar suara air hujan yg deras dia membuka kesunyian ini
‘’kalo boleh
tau argi itu siapa?’’ pertanyaan yg dilontarkannya membuatku menangis tak henti
air mata ini terus mengalir. Terlihat tangan berada di dekat mataku sedang
memegang sebuah tisu yg tak lama tangan
itu memngahpuskan air mataku, dan tangan itu milik irgi dia berkata ..
‘’maaf apa
kata-kata aku menyinggung?’’
‘’kamun tau
rasanya kehilangan sesosok orang yg selalu menemani kita tiba-tiba saja pergi
tanpa membeitahu kita tanpa mengucapkan selamat tinggal. Mungkin dia udah
senang disana tapi apa dia tau disini ada banyak orang yg merasa kehilangan
dia’’
‘’jadi argi
itu orang special dikehidupan kamu, dan dia nigglin kamu. Aku tau rasanya dan
itu pasti sakit banget’’
‘’kenapa
tadi kamu ngikutin s=aku sampe ke makam?’’
‘’aku Cuma
ingin ngasih tas kamu dan ada sesuatu yg aku liat dikamu’’
‘’apa?’’
‘’seseorang
yg selalu jaga kamu disamping kamu seakan dia beri isyarat kalo aku harus
jagain kamu selama dia udah gak bisa jaga kamu dan hanya bisa liat kamu dari
kejauhan’’
‘’siapa
dia?aku dari tadi sendiri! Apa itu argi’’
‘’entahlah
tapi gak tau aku ingin jagain kamu, kamu tau setelah aku menyenggol kamu
disekolah setiap malam aku mimpiin cowok yg selalu bilang tolong jaga lulu. Aku
tak taau lulu itu siapa dan apa maksudnya ternyata lulu itu kamu dan dia ingin
aku jagain kamu’’
‘’kenapa
kamu mau?bisa aja kan itu hanya sebuah mimpi’’
‘’kamu tau
aku adalah tipikel orang yg selalu percaya terhadap mimpi’’ aku terdiam mungkin
ini memang benar bahwa argi mengirim seseorang untuk menjagaku.
‘’apa
mungkin argi mengirimku untuk ku?emang dia udah ikhlasin aku gitu?’’
‘’aku gak
tau tapi yg aneh saat aku mimpiin itu ada sebuah surat dibawah bantal tidur ku
terselip sebuah surat yg berisi sebuah klu ‘temani dia’ aku sempat heran dan
bertanya kepada orang tuaku siapa yg mengirim surat ini dan mereka tidak tau
sampe ahirnya aku tau maksud nya’’
‘’emang kamu
mau jagain aku?’’
‘’aku sayang
sama kamu nsejak pertama bertemu dan aku mau jagain kamu selamanya’’
Dengan
kejadian hari itu aku dapat meng ikhlaskan argi karna aku tau argi ingin
melihat aku bahagia sekalipun bukan sama dia tapi dia pasti senang karena aku
diajaga oleh orang yg dia pilih sendiri irgi. Aku dan irgi pun seminggu sekali
pasti jenguk argi. Sekarang aku dapat menyimpulkan sekalipun kita ditinggal
oleh yg pernah kita sayang yakin pasti akan ada yg jauh lebih baik dariya dan
itu kiriman darinya J.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar