Jumat, 14 September 2012

karena bulan





"mau kemana udah malem?"
"gaakan lama ko mah"berlari secepat mungkin berharap keindahan itu masih ada
"akhirnya sampe juga"perasaan lega muncul
Di tempat ini aku bisa melihatmu melihat dari kedekatan disini aku bisa bercerita semua tentang apa yg terjadi padaku. aku duduk di dekat pohon besar melihatmu begitu dekat namun sesaat aku merasa ada yg datang saat aku lihat kebelakang ada seorang lelaki sedang duduk di pohon sebelahku dia juga sepertinya melakukan hal yg sama denganku tapi aku baru kali ini lihat dia.
"dia juga suka kesini tapi kayanya aku baru liat"kataku dalam hati
                                                         
Hari kedua aku juga melihat dia tetap sama di tempat itu dan juga melakukan hal yg sama dengan mendengarkan musik pun hari ke tiga dia masih melakukan hal itu. Dan di hari ke empat barulah aku berkenalan dengannya karena waktu itu pohon yg selalu ia tempati di tebang, dia mendekatiku dan duduk tepat di sebelahku
"menyebalkan sekali orang yg menebang pohon itu"katanya
"ya itulah orang yg tak tau kesenangan"balasku
"kamu sering kesini?"tanyanya
"iya tapi selama aku kesini aku baru liat kamu"
"iya aku baru 1minggu disini"jawabnya
"dari mana tau tempat ini?"tanyaku
"saat aku membuang sampah aku melihat seorang anak yg lari ke arah bukit"jawabnya

Iya memang komplek perumahan berada di sekitaran bukit tempat yg aku suka untuk melihatnya. sekalipun komplek kami tak stategis tapi disini kumplit kaya nasi timbel semua ada termasuk sekolah dan rumah sakit juga supermaket. setelah malam itu aku tak tau sama sekali siapa nama dia atau nama dia siapa sekarang sekolahnya dimana.

"hey ngelamun aja"tegur temanku
"ohey engga kok"jawabku target
"katanya akan ada murid baru disekolah kita"
"oya angkatan kita?"
"iyap"
"laki-laki atau perempuan?tanyaku banyak
"laki-laki kenapa mau ngeceng?"candanya
"mungkin"
bel berbunyi kami semua duduk dengan rapi di bangku masinh-masing pak guru datang
"anak-anak sekarang bapak akan memperkenalkan murid baru itu masuk dan ternyata dia cowok yg waktu itu bersama ku di bukit.
"perkenalkan nama saya senja"
"baik senja kamu duduk di samping jeje"
Dia menuju tempat duduk nya yg kebetulan tempat duduknya bersebelahan dengan ku. saat dia duduk dia menoleh ke arah ku dan tersenyum padaku. Bel istirahat berbunyi semua langsung berhamburan termasuk siska yg tak ingat untuk mengajaku ke kantin, tiba-tiba dia datang menghampiriku
"mau ke kantin bareng?"ajaknya
"boleh-boleh"
Kamipun berjalan menuju kantin perjalanan itupun berlanjut saat kami pulang bareng kebetulan sekolah kami tidak jauh dari komplek akhirnya kamipun memutuskan untuk pulang bareng. Sepanjang perjalanan kami bedua membicarakan tentang pohon yg di tebang 4hari lalu dia sangat membenci orang yg menebang pohon
ketenangannya itu.
"wah ngobrol panjang ga kerasa udah sampai"obrolku duluan
""iya ga kerasa"jawabnya
"yaudah aku duluan ya"jawabku
Aku sempat heran kenapa dia tak bertanya namaku siapa?apa mungkin dia tahu namaku?

Malam tiba sesuai dengan kebiasaan ku aku pergi kebukit aku pergi lebih awal dari biasanya untuk lebih lama diam. sesampainya di bukit aku sudah melihat dia duduk bersandar di pohon tempat pertama kali aku bertemu dengannya,sambil menggoreskan pensil yg dipegangnya ke dalam buku. perlahan aku menghampirinya
"kau datang jauh lebih awal dariku"kataku sambil duduk disebelahnya
"iya"jawabnya
"apa yg sedang kau gores di bukumu?"tanyaku
"menggambar"katanya
"gambar apa?apa alu boleh lihat?"pintaku
"ini"berinya
Ternyata dia menggambar seisi langit halam pertama bertuliskan planet crib halaman kedua bergambang langit yg terlihat tersenyum digambar olehnya berikutnya hanya ada gambar bulan dan matahari terbenam tak ada gambar lain hanya ada 2gambar itu saja. dan gambar yg menarik perhatianku adalah gambar seoarng perempuan yg  sedang duduk manis melihat ke langit juga seoarang perempuan yg berlari ke arah bukit yg sepertinya belum selesai ia gambar
"kenapa semuanya hanya gambar bulan dan matahari?"tanyaku heran
"kenapa kamu suka bulan?"bertanya balik
dia tak menjawab pertanyaaku justru bertanya balik padaku
"ibuku melahirkanku di malam hari dengan gelapnya bumi yg hanya diterangi sinar lampu paling terang itu bulan ibuku juga sangat menyukainya"jawabku panjang lebar
"apa namamu juga bulan?"tanyanya lagi
"iya ibuku berharap aku menjadi penerang semua orang saat di kegelapan"jawabku melow
"aku juga suka bulan" katanya
"kenapa?"tanyaku
"karena aku senja dan setelah nya hadir kamu BULAN"jawabnya

Saat dia menjawab itu aku hanya diam rasanya itu seperti aku dan dia, dia senja dan aku bulan setelah jawabanya itu kami hanya terdia melihat sang bulan yg mempertemukan kami, bintang-bintang di langit yg berada di atas sana memandang kami dua orang manusia yg mengagumi mereka. tiba-tiba tangannya menyentuh tanganku, aku hanya diam dan perlahan menoleh kearah wajahhnya

"karena kamu lah bulan, bulan yg menerangi dunia setelah matahari tenggelam"katanya

Aku hanya melihatnya menatapnya serius entah apa yg membuatnya berbicara seperti itu dan ternyata perempuan yg digambarnya itu adalah aku, aku memang sempat berpikir perempuan itu mirip aku tapi aku tak berani berkata itu aku atau bukan. saat itu tangannya masih menggenggam tanganku lebih erat
"sama-sama berarti tugas ku terlaksana untuk menjadi penerang dunia dalam kegelapan"jawabku
Dia melihatku melihat dia tersenyum manis, kami bedua melihat bulan dengan bergenggaman tangan melihat nya penuh arti dan penuh makna. aku menyenderkan kepalaku dipundaknya sambil menatap sang bulan.
malam tiba kami bedua terpisah karena sang malam yg sudah datang.

keesokan harinya aku pergi kebukit dengan menggenggam benih pohon. Aku berjalan menuju bukit komplek dengan semangat baru, setibanya di sana udah ada senja dengan memegang cangkul yg entah untuk apa dia membawanya
"hallo my bulaaaaan selamat pagi"sapanya manis
"pagi senja,apa yg sedang kamu lakukan?"tanyaku
"untuk pohon yg kau bawa"
"lho tau dari mana aku bawa benih pohon?"
"karena aku senja dan kau bulan yg selalu saling tau"

Aku hanya tersenyum melihatnya, menatap cowok yg begitu menyukai buln sangat menggumi bulan seperti ingin memilikinya dan dia memilikinya bulan yg lain bulan yg tak seindah bulan di langit itu tapi tetap bisa menerangi,menjadi penerang hatinya. kami bedua kemudian menanam pohon itu untuk menggantikan pohon dia yg beberapa hari lalu di tebang, saat aku memupuk tanah tiba-tiba tangan kamu bersentuhan dan otomatis kami berdua lagsung bertatapan dan tertawa, saat itu kami sama-sama mengucapkan
"karena senja dan bulan selalu saling tau". itu adalah kejadian terindah dalam hidupku saat au melihat bulan karenanya aku bertemu senja karenanya aku mengenal lelaki yg dari dulu aku harapkan karena nya aku menjadi milik senja. semuanya karena bulaan :)